Ternyata salah satu alat transportasi teraman adalah PESAWAT ! kok bisa?

Kali ini robert ingin membagikan informasi yang mungkin kalian tidak menyangka akan hal ini. Pesawat terbang yang sampai sekarang menjadi alat transportasi favorite antar pulau yang mungkin juga menjadi transportasi yang mengerikan dikala beberapa kejadian tragis yang menimpa orang orang diluar sana. tetapi tahukah kalian bahwa ada fakta unik dibalik kecelakaan pesawat yang terjadi.

Memang tidak semuanya merasa nyaman menggunakan pesawat terbang, apalagi bagi mereka yang baru pertama kali naik pesawat, tentu rasa cemas dan takut akan muncul. Tragedi pesawat terbang yang muncul sepanjang tahun 2014, menjadi salah satu tahun berat bagi industri penerbangan. Di seluruh dunia, terdapat sekurang-kurangnya 18 insiden yang menimpa moda angkutan udara.

Tiga di antaranya mendapat perhatian besar, yakni hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 setelah ditembak di kawasan perbatasan Ukraina-Rusia, serta hilangnya pesawat maskapai penerbangan AirAsia QZ8501 baru-baru ini. Lantas, muncul pertanyaan yang ramai diperbincangkan oleh publik, apakah moda transportasi pesawat aman?

1. PESAWAT MEMILIKI STANDAR KEAMANAN TINGGI

Pihak-pihak yang terlibat dalam operasional pesawat terbang seperti pilot adalah orang profesional yang sudah terdidik dan terlatih bertahun-tahun untuk bisa dan mahir menerbangkan pesawat.

2. PESAWAT WAJIB MELALUI PROSES PENGECEKAN SEBELUM TAKE OFF DAN SESUDAH LANDING

Dari sisi perawatan pesawat, moda transportasi udara ini dapat dikatakan sebagai moda transportasi yang paling terawat dan terkontrol. Bayangkan saja, setiap pesawat ingin lepas landas dan sesaat setelah mendarat, pesawat harus melalui proses pengecekan kondisi berbagai komponen pesawat yang dilakukan oleh teknisi yang terdidik dan terlatih.

3. ANGKA KECELAKAAN MEROSOT TAJAM DI ERA 2000-AN

Menurut data dari Aviation Safety Network, selama 40 tahun, angka kecelakaan pesawat terbang merosot tajam setiap dekadenya. Di era 1970-an, terdapat rata-rata 68,1 kecelakaan setiap tahunnya; era 2000-an angkanya menurun hingga 39,6 kecelakaan per tahun. Bahkan hal mengenai tingkat keamanan pesawat terbang ini ditegaskan kembali oleh pengamat penerbangan Indonesia, Arista Atmadjati yang mengatakan sistem standarisasi penerbangan di Indonesia telah cukup memadai.

Jika dilihat dari statistika kecelakaan dalam industri penerbangan, Indonesia masih dikatakan dalam kategori aman atau dengan kata lain, artinya maskapai penerbangan indonesia aman, tidak bermasalah. Keselamatan saat penerbangan, biasanya semua dilihat dari rasio, ada navigasi yang memadai ketika menerbangkan pesawat dibantu oleh Air Traffic Control (ATC).

Banyaknya insiden pesawat di tahun 2014 pun rupanya masih dikalahkan dengan jumlah korban pesawat pada 2001. Jika digabungkan dengan serangan teroris 9/11 yang memakan korban 3000 jiwa, tercatat ada 19.909 korban tewas akibat kecelakaan pesawat selama periode 1999-2001 atau rata-rata 1.327 orang per tahunnya. Angka ini masih lebih banyak ketimbang 922 korban jiwa yang tewas dalam kecelakaan pesawat terbang selama 2014.

National Highway Traffic Safety Administration mengkompilasi dan meneliti statistik kecelakaan untuk seluruh negara di Amerika Serikat. Tahun 2008, data Fakta Keselamatan Lalu Lintas menunjukkan jutaan kecelakaan karena mengemudi dan statistik lain menunjukkan 1,27 kematian per 100 juta mil perjalanan darat.

National Transportation Safety Board juga mengumpulkan data kecelakaan penerbangan. Statistik awal untuk tahun 2008 menunjukkan hanya 20 kecelakaan untuk maskapai penerbangan AS yang beroperasi layanan terjadwal. Itu artinya, hampir nol kecelakaan per juta mil terbang. Tidak ada yang meninggal, dan hanya lima orang luka berat.

Dalam angka absolut, mengemudi lebih berbahaya, dengan lebih dari 5 juta kecelakaan dibandingkan dengan 20 kecelakaan pesawat terbang, seperti dilansir dari laman USA Today. Dari semua penerbangan komersil yang ada, kecelakaan pesawat terjadi pada rasio 1:1,2 juta, seperti dilansir Channel4.

Karena itu, statistik menunjukkan bepergian dengan pesawat jauh lebih aman daripada mengemudi. Namun, menurut David Ropeik, instruktur komunikasi risiko di Harvard School of Public Health, perjalanan udara terasa lebih berbahaya karena persepsi risiko. Dijelaskannya, mengemudi memberi kontrol yang lebih personal, membuat orang merasa lebih aman. Hal itulah yang tidak didapatkan saat bepergian menggunakan pesawat terbang.

Namun, dengan adanya kecelakaan pesawat bukan berarti Anda harus mengubah rencana liburan dan perjalanan Anda. Bukan hanya karena pesawat lebih cepat, tapi secara data perjalanan darat seperti mengendarai mobil, motor, kereta, bahkan berjalan kaki, masih jauh lebih mematikan. Statistik menunjukkan pesawat masih menjadi alat transportasi teraman.

Jadi, gak perlu paranoid lagi GanSis untuk menggunakan kendaraan udara ini. Aman kok, yang penting kalau lagi gerah di dalem jangan buka jendela ya GanSis. emoticon-Ngakak (S)

Jangan lupa bagikan ke temen-temen juga, biar gak pada takut lagi naik pesawat. Ditambah katanya biaya tiket lagi banyak diskon ni. Berbagi tak pernah rugi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *